Category:

Sketsa Waktu

Dari patahan hariAku terjurai di ranting waktuMenunggu angin beralih badai debuBadai yang biasa datang tak berundang Dari semburan debuAku terlempar di akar waktuMenunggu hujan jatuh menderasLarung bersama teramai kenangan Dari Continue Reading

Posted On :
Category:

Titipan Cinta

Ah, aku malu. Tiba-tiba aku merasa malu mencintaimu. Karena selama ini aku mengira sudah terlalu cinta–walaupun memang begitu adanya. Namun, apalah daya seorang perempuan yang tidak memiliki kekuatan apa pun? Continue Reading

Posted On :
Category:

Selalu Menjadi Pagi

Jadilah pagi untukkuSelalu membawa cahayaSetelah terpaksa lelap di gelap malam Jadilah pagi untukkuSelalu memberi kehangatanKarena raga dan rasa lelah memeluk gigil Jadilah pagi untukkuBeri aku cahaya sekaligus kehangatanAgar lelahku terlelap Continue Reading

Posted On :
Category:

Cinta?

Seperti apa rupa cinta? Sampai aku harus belajar sepanjang usia, untuk bisa melihatnya— yang selalu menatapku tajam. Bagaimana cara mencintai? Sampai aku tergerus waktu, untuk bisa memeluknya— yang mendekapku sekuat Continue Reading

Posted On :
Category:

Zuma dan Onet

Aku pernah pergi dari dunia nyata. Berada di dunia lain yang tidak kukenali—awalnya—penuh dengan tanda tanya besar. Ketakutan menjadi lagu di setiap pagi dan sore, bercampur isak tangisan yang menyesakkan. Continue Reading

Posted On :