Category:

Dua Purnama

Merentang waktu. Terkesiap dalam pekat. Menyusuri kenangan-kenangan tersekat. Bisa saja aku lupa. Namun, aku tidak pernah bisa lupa. Dua purnama pernah menerangi hidupku. Bermandikan cahaya peluh aku tergagau. Bahwa aku Continue Reading

Posted On :
Category:

Riuh Kenangan

Aku pernah menambatkan setiap senti cintaku di sini, bersama lelaki yang sangat kukagumi. Tiada duanya lagi. Setiap hari bersamanya menjadi nyanyian hati. Dua roda sepedaku tertawa lepas, aku pun tergelak Continue Reading

Posted On :
Category:

Pelangi Kelabu

Untukmu, Ibu. Beribu-ribu kata tak cukup untuk meramu. Mengucapkan rindu sudah terlalu kelu. Air mataku membanjiri lubuk hati terbelenggu. Jika saja waktu berkenan menyampaikan pesan, maka kita sempat meluapkan semua Continue Reading

Posted On :
Category:

Menjemput Mimpi

Kerinduan ini tak berani berkata lagi. Bersembunyi dalam kisah elegi. Mencabik-cabik setiap helaan pagi, aku tak berdaya menyusuri waktu bergerigi. Entah apa yang masih kuratapi, tentang kenangan yang tak bertepi Continue Reading

Posted On :
Category:

Semesta Cinta

Kelopak yang tak pernah layu Selalu mewangi membuai kalbu Menebar cahaya tanpa meragu Begitulah caramu membelaiku, ibu …. Seulas senyum selalu menghiasi Paras teduh merona berseri Menyembunyikan segala jeri Begitulah Continue Reading

Posted On :