Category:

Kita …

Kita adalah dua tangan yang saling menggenggam. Menautkan jemari yang tak ingin melepas–karena dingin akan menyusupi. Tak membiarkan kehangatan pergi menjauh, yang seharusnya selalu mendekap. Kita adalah sepasang kaki yang melangkah. Continue Reading

Posted On :
Category:

Titipan Cinta

Ah, aku malu. Tiba-tiba aku merasa malu mencintaimu. Karena selama ini aku mengira sudah terlalu cinta–walaupun memang begitu adanya. Namun, apalah daya seorang perempuan yang tidak memiliki kekuatan apa pun? Continue Reading

Posted On :
Category:

Selalu Menjadi Pagi

Jadilah pagi untukkuSelalu membawa cahayaSetelah terpaksa lelap di gelap malam Jadilah pagi untukkuSelalu memberi kehangatanKarena raga dan rasa lelah memeluk gigil Jadilah pagi untukkuBeri aku cahaya sekaligus kehangatanAgar lelahku terlelap Continue Reading

Posted On :
Category:

Derai

Kali ini … air mata jatuh lebih deras, karena aku sedang tak ingin melukai hati seseorang. Kamu. Dan pelupuk mataku masih tak mau berhenti menangis. Helaan napas dingin mendekap bulir Continue Reading

Posted On :
Category:

Sejak Kapan?

Sejak kapan? Sejak kapan sorot mata itu menjadi aliran kasih sayang yang membuai? Aku tidak tahu pasti ….Aku merasa ada kehangatan yang senantiasa menyelimuti–dalam dingin-dingin yang panjang. Sejak saat itu Continue Reading

Posted On :
Category:

Sendiri

Temaram kamar ini, meneteskan bulir hangat di sudut pelupuk malam. Bahwa ia ingin berkata, “Sebentar lagi, fajar akan datang dan menyongsong siang.” Semua kesedihan akan mengering dengan sendirinya. Setiap lekuk Continue Reading

Posted On :