Jika saja langit memiliki telinga, pasti
Ia mendengar apa yang kudengar
Yang tak didengar oleh orang-orang
Yang menjadikanku gaduh dalam kesendirian

Jika saja langit memiliki mata, pasti
Ia melihat apa yang kulihat
Yang tak dilihat oleh orang-orang
Yang menjadikanku panik dalam keramaian

Dunia tak memberiku kenyataan
Tapi kenyataannya aku harus berada di sini
Dunia yang tak bisa dimasuki oleh mereka
Mereka yang sering menyebutku aneh!

Aneh?
Ya, memang kehidupan yang aneh, rumit, sulit
Tapi aku menjadi istimewa saat berhasil
Menjalaninya dengan telinga dan mata
Yang dipinjamkan Tuhan untukku

Hari-hariku yang sakit, bukan
Menjadi detik yang bungkam
Tapi membentangkan masa
Tak henti menggerakkan harapan demi harapan
Tuk mencapai cita-cita yang terpatri, hingga tercapai

Dan itu bukan halusinasi
Melainkan kenyataan yang menjadi hadiah, dari
Tuhan; Yang memiliki telinga dan mata

2020 Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *