Mata itu hendak berbicara,
alam terlalu asing menatapi
alam terlalu dingin menyentuh
tapi selalu ada sepasang tangan membelainya hangat

Mata itu hendak meneteskan kisah,
tentang deraian kasih meruah
tentang gelombang cinta mengalun
dan selalu ada suara lembut memanggilnya, “Sayang …”

Kehangatan dan kelembutan,
akan selalu mewarnai lembaran hatinya
indah dan selalu bertaut pada keindahan
untaian aksara pun selalu bertutur, tentangnya

Kini mata itu riang bercerita,
hari-hari pertama kali berada di bumi
hari-hari ia tumbuh dan mekar menghiasi dunia
selalu ada sepasang telinga bersedia mendengarnya

Di sini, di bawah langit yang melukiskan namanya
Aku selalu saja merindukan mata itu
Terdengar tangisan manjanya
Terngiang celoteh riangnya

Setiap saat, mata itu
selalu memanggilku tuk pulang, memeluknya
“Malaikat kecilku”

2020 Rina’s

One thought on “Malaikat Kecilku”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *