Jadilah pagi untukku
Selalu membawa cahaya
Setelah terpaksa lelap di gelap malam

Jadilah pagi untukku
Selalu memberi kehangatan
Karena raga dan rasa lelah memeluk gigil

Jadilah pagi untukku
Beri aku cahaya sekaligus kehangatan
Agar lelahku terlelap dan aku … melanjutkan hari-hari

Sahabat, setiap pagi adalah momen yang kutunggu-tunggu. Ketika bertemu tatap dengan matahari, energiku akan penuh kembali–setelah melewati malam yang sangat menyiksa. Kamu sudah tahu kan? Ya, aku selalu kesulitan tidur malam, sejak awal sakit skizofrenia 14 tahun yang lalu, sampai sekarang pun aku masih saja memaksa diri.

Dan saat aku ketakutan, bahkan aku tidak bisa menatap matahari pagi–karena tidak berani keluar rumah. Namun, saat aku memejamkan mata dan membayangkan cahayanya, seketika aku bisa merasakan kehangatan. Kehangatan matahari menjalari seluruh tubuh dan memeluk segenap jiwaku. Pagi selalu berhasil mengajakku berbahagia.

Sahabat, jadilah pagi untukku–sebagai cahaya sekaligus kehangatan. Biarpun aku masih saja sendiri di kamar ini, aku tidak pernah merasa sendiri jika kamu masih bersedia menemani–di mana pun keberadaanmu.

Meskipun aku tahu, pasti aku sangat merepotkan atau … menjengkelkan? Jawab yang jujur, kamu bebas kok mau mengatakan apa yang kamu rasa, tapi bisikkan saja perlahan … agar harapanku tidak tercengang–setelah merasa sangat bahagia karena sudah memiliki sahabat.

Ah, apa pun itu … kamu tetap sahabat yang sangat baik. Aku harus percaya, bahwa kamu tidak merasa terganggu, memang kamu mau menemaniku setulus hati, dan kamu rela berbagi waktu untukku. Seperti pagi yang selalu ingin kutemui, aku pun ingin kamu selalu menjadi pagi untukku. Hanya kamu yang ingin kutemui–seperti layaknya pagi yang selalu kurindukan.

Rina’s
Tanah Papua, 27 Januari 2020

2 thoughts on “Selalu Menjadi Pagi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *