Kali ini … air mata jatuh lebih deras, karena aku sedang tak ingin melukai hati seseorang. Kamu.

Dan pelupuk mataku masih tak mau berhenti menangis. Helaan napas dingin mendekap bulir yang jatuh, mengkristal. Kristal-kristal itu menjelma cahaya kekuatan yang menerangiku–menguak sisi hati terdalam. Aku tidak bisa berkata-kata, di sana kulihat hati sudah pucat pasi.

Ia terlalu sedih dan sekarang lebih sedih lagi, karena tak mampu bertahan untuk cinta yang selama ini didenyutkannya. Ia penuh luka dan sekarang tak mampu mengobati lukanya lagi, bersama seseorang yang masih setia menyakiti.

Namun, kali ini di sudut debarannya tersungging sebuah senyuman; ini luka terakhir. Perpisahan.

Rina’s

Tanah Papua, 22 Desember 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *