Mencintaimu dengan air mata
Bulir-bulir tajam menetes
Meninggalkan jejak
Berkelukur parah

Dua arus menarikku deras
Mencintai atau membenci
Aku tak ingin terhanyut
Aku tak tahu kau ada di mana …

Rapuh
Rasa semakin sepuh
Luka-luka melepuh
Kau obati dengan balutan galabah

Rasa itu menghunjam
: sakit
: kecewa
Karena masih ada cinta

Jika tidak cinta lagi
Semua rasa pun terbebas dan tidak melukai
Apakah kau bisa merasakan?
Kebingunganku karena tak mampu berhenti mencintai

Jatuh cinta tidak sakit!
Cinta telah menjatuhkanku sedalam-dalamnya
Pada rasa yang berlimpah ruah
Rasa yang selalu tersakiti

– Rina’s –

Tanah Papua, 13 Februari 2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *