Waktu memiliki sayap, menerbangkanku hingga sampai ke tanah ini—menyesapi detik demi detik. Mengukir masa lalu dalam bingkai waktu yang selalu dibawa ke mana pun aku pergi. Begitulah kenangan … durasinya tidak terbatas.

Dalam kenangan, aku pun sedang melukis kenangan baru. Menjejaki setiap jengkal di atas tanah yang menerima langkahku, meski tertatih-tatih. Di sinilah—Tanah Papua—aku memulai hidup dua jam lebih awal.

Awal hari yang dulu menungguku dalam keresahan. Detak waktu yang dulu membangunkan dengan godam, memaksaku untuk membuka mata bersama pecahan bulir-bulir harapan. Begitulah hidupku dulu.

Dan saat ini, aku menemui hari dua jam lebih awal. Sebelum jatuh harapanku ke dalam genangan kenangan. Sebelum terhempas setiap kenangan baru yang kulukis lebih indah lagi. Agar aku siap memulai hari baru dalam pelukan masa yang lebih ramah. Seperti itu aku ingin berjalan lagi.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *