/1/

Pertama kali jatuh cinta, aku benar-benar jatuh di hatimu. Tepat di pusat gelombang cinta berdetak, dan kita berputar dalam setiap helaan waktu. Aku bahagia.

Tak terpikir akan berapa lama aku menikmati kebahagiaan itu. Selagi kamu ada di sisi, aku dapat bernapas lega. Pintaku, jangan pernah menjauh. Itu saja.

/2/

Cinta adalah lima huruf yang menjadikan rasa ini ada. Nyata. Diucapkan atau tidak, kita saling percaya jika cinta ini memeluk. Diperlihatkan atau tidak, kita saling percaya jika cinta ini setia.

Tidak perlu diragukan. Apalagi dipertanyakan. Cinta kita nyata.

/3/

Namun, kenapa air mata menetes?
Apakah ada yang tidak kuketahui tentang cinta?
Aku bahagia, sekaligus terluka
Aku ingin menutup mata, tapi perihnya begitu terasa

Tertawa sementara hatiku tertawan
Merintih sementara cintaku bertitah
Serba salah
Aku tak tahu harus berbuat apa …

/4/

Ketika cinta sakit
Seharusnya kita merakit
Agar rasa kembali menyatu
Berpadu tak terpisahkan lagi

Ketika cinta berpaling
Seharusnya kita berpalun-palun
Agar rasa tak membentang jarak
Selalu mengisi ruang kerinduan

Ingatlah ketika kita jatuh cinta
Bersemi indah memulai cerita
Bersinggah di lubuk hati pilihan
Bersedia untuk tinggal bersama

/5/

Cinta sudah tersayat
Detaknya semakin lemah
Parasnya berona pasi
Raganya membiru

Tetesan air mata selalu berujar
Senyuman berhenti berpijar
Tak lagi menggenggam
Tak lagi berlanggam

Sayatan
Cinta berubah tajam
Tatapannya pun menikam
Melintasi degup yang curam

/6/

Jika suara membisu
Jika cahaya meredup
Jika warna memudar
Artinya aku nyaris menghilang

Beri aku satu alasan
Agar cinta berkenan
Agar cinta bertahan
Agar cinta berkelindan

Karena aku masih mencinta
Karena aku masih merindu
Karena aku masih menunggu
Tetapi cintaku tergugat

/7/

Sayatan bukan untuk melukai. Lalu untuk apa?
Untuk diobati.

Sayatan akan datang lagi. Aku harus apa?
Jangan terluka.

Sayatan adalah cara mengebalkan sakit.
Sayatan adalah peri yang lupa dinikmati.
Sayatan adalah ucapan bersuar.
Sayatan adalah jelmaan rasa, yang kita sebut cinta.

Rina’s

2 thoughts on “Sayatan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *