Ketika menatap mata itu … mataku tak mampu berpaling lagi. Terperangkap dalam pesona dingin, terbuai dalam senyap yang menggema, menikmati aroma kesepian yang menyeruak. Entahlah. Mata itu tak meminta apa pun, tapi aku selalu ingin memberi. Untuk semua kerinduannya.

Bahkan ketika cahayanya semakin meredup, aku yang ingin berpijar untuk terus menerangi. Aku yang ingin menyelimutinya dengan kehangatan yang kupunya. Meski diriku menggigil dalam pelukan dingin. Aku tidak peduli.

Sederhana saja
Hanya untuk menemanimu
Hanya untuk melihatmu
Setiap saat dalam embusan napasku

Seperti matahari yang tak pernah mengingkari janjinya untuk menemui kita di setiap pagi. Begitu pula janjiku padamu. Tak akan pernah berubah.

Meski keinginanku berlalu-lalang, meski banyak kata yang ingin kuucapkan, tapi aku tetap memilih diam. Karena aku tidak ingin mengusik sepi yang sedang kamu nikmati. Sederhana saja. Aku ingin sepi ini menjadi milik kita. Bersama, tetap bersama.

Jangan pernah berhenti menatapku. Tak usah ragu memelukku dengan dinginmu. Aku baik-baik saja. Karena aku ada untuk menemanimu, aku diciptakan untuk menjadi temanmu. Selamanya.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *