Beri aku waktu,
untuk mengeja setiap detik yang kita punya.
Menghirup kebersamaan yang kita ramu dalam temu.
Aku tahu, ini cinta.

Beri aku waktu,
untuk mengenali warna pelangi yang kita lukis.
Tidak berjelaga dan berselimut duka.
Warna cinta memang seharusnya indah. Tidak kelam.

Beri aku waktu,
untuk mendengar suaramu mengucapkan cinta. Sekali lagi.
Biarkan detak bekerja, menerjemahkan ke bahasa yang kumengerti.
Aku yakin, tidak akan sulit.

Jika aku masih tidak mengerti, bisikkanlah berkali-kali.
Beri aku waktu, tidak hanya sekali.
Mencecap debaran ini tidak menjadi taksa.
Tidak memaksa berurai air mata.

Sebab cinta yang kita genggam, bukan bara api.
Membakar raga hingga aku merintih perih.
Jika masih terasa sakit, pasti itu bukan cinta.
Jatuh cinta tidak sakit.
Sekali lagi … jatuh cinta tidak sakit.

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 27 April 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *