Melewati jalan lurus dan berliku bersamamu. Kita berlari, tertatih, bahkan pernah terjatuh. Namun, tanganmu selalu terulur mengajakku berdiri kembali. Tak memberi waktu untuk berhenti.

Menikmati warna pelangi dan kelam bersamamu. Kita pernah tak saling mengenal di persimpangan. Namun, kamu datang membawa warna baru untukku. Dan kita menghangat di dalam warna cinta yang tercipta.

Kamu adalah satu kata; berdiri atau terjatuh, terang atau gelap, rintik atau terik, aku hanya punya satu kata untukmu. Cinta.

Tidak perlu kamu minta untuk kuat, aku akan berjuang untuk bertahan. Tidak perlu kamu minta untuk berdiam, aku yang akan berjuang untuk setia. Karena aku menggenggam satu kata. Cinta.

Aku pun berjanji, tidak akan meminta apa pun darimu. Karena aku yakin, binar di matamu, hangat di jemarimu, dan lengkung sabit di bibirmu. Semua bercerita tentang cinta untukku.

Satu kata yang kubiarkan terus berkelana, menjelajahi relung hati terdalam, cinta. Satu kata yang kubisikkan hingga detik berhenti berputar, hanya mendengar detak jantung kita, cinta.

Hanya ini yang kupunya, satu kata untukmu … cinta.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *