Aku hanya perempuan biasa. Sering kali berurai air mata, ketika bercerita ataupun mendengar cerita. Entahlah. Perempuan memang akrab dengan air mata, Walau aku ingin mengatakan tidak, tapi begitulah kenyataannya.

Aku hanya perempuan yang sedang menjalani hidup dari Sang Pencipta. Tidak menolak takdir, walaupun masih tertatih-tatih mengarungi samudra cinta-Nya. Dan aku mulai memahami, bahwa setiap ujian dari-Nya adalah bahasa cinta. Aku ingin meyakininya. Hingga aku dapat berlayar dengan tenang, menikmati angin dan gelombang.

Akan tiba saatnya ….
Kesedihan hanya sebuah cerita.
Untuk berkisah saja, tanpa melepas air mata.

Ya, aku pun yakin saat itu akan tiba menghampiri diri yang masih tegak berdiri. Tak akan ada angin yang bertiup untuk mendorong jatuh, kecuali hanya untuk menyampaikan kabar. Sesungguhnya gelombang adalah permainan saja. Nikmati dan belajarlah dari setiap gerakan riaknya.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *