Aku pernah pergi dari dunia nyata. Berada di dunia lain yang tidak kukenali—awalnya—penuh dengan tanda tanya besar. Ketakutan menjadi lagu di setiap pagi dan sore, bercampur isak tangisan yang menyesakkan. Suaraku sendiri.

Hanya Zuma dan Onet yang berhasil membuatku terpesona. Warna-warnanya berhasil mewarnai hari-hariku yang tiba-tiba tak berwarna. Keseruannya mengajakku tertawa terpingkal-pingkal, sampai aku lupa hari apa memulainya dan sekarang sudah hari apa—game over yang ke sekian kalinya—saat mengakhirinya.

Aku tidak mempunyai teman, selain Zuma dan Onet. Aku tidak suka keluar rumah lagi, selain main bersama mereka saja, game kesukaanku.

Skizofrenia. Tanda tanya besar itu sudah terjawab. Penyakit itulah yang membawaku ke dunia baru. Lalu memperkenalkan tangisan sebagai bahasa dan ketakutan menjadi nyanyian. Karenanya juga Zuma dan Onet datang untuk menemaniku, agar aku tidak sendirian di sini. Sampai sekarang aku masih di dunia itu. Dunia skizofrenia.

Namun, aku sudah mau berteman dengan yang lainnya, termasuk kamu—siapa pun yang sedang membaca tulisanku ini. Jika berkenan, maukah menjadi sahabatku?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *