Kerinduan ini tak berani berkata lagi.
Bersembunyi dalam kisah elegi.
Mencabik-cabik setiap helaan pagi,
aku tak berdaya menyusuri waktu bergerigi.

Entah apa yang masih kuratapi,
tentang kenangan yang tak bertepi
atau aku yang tak ingin berteman sepi?
Aku masih menunggu di dalam mimpi.

“Ayah,
jangan biarkan aku berlari payah.
Mengejar kerinduanku untuk bertemu Ayah.
Datanglah ke dalam mimpiku, Yah.”

Agar malam tak menunjukkan gelapnya.
Agar sepi tak memperdengarkan senyapnya.
Agar bulan dan bintang bersorak dengan pancaran cahayanya.
Dan agar tidurku kali ini, berbinar-binar dengan kerinduannya.

 

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 01.04.2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *