Tercipta dalam wujud berbeda, kita bertemu untuk saling berbagi. Aku hanya setitik debu yang selalu merindukanmu. Saat gelap merayap menghiasi cakrawala, ada setitik embun yang juga merayap di atas daun. Kita bertemu di sini, daun-daun yang bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti silir-semilir angin. Kita berbagi tempat dan bersama menikmati indahnya kegelapan di bawah sorotan purnama.

Entah purnama yang ke berapa malam ini, aku tidak pernah mengingatnya selain sejuknya kamu menyentuhku. Tetesan bening bercengkerama bersama butiran yang selalu menjadi momok untuk sebagian orang, tapi kamu dengan mimik bahagia bercerita juga mendengarkan ceritaku. Baru kali ini aku menemukan sahabat. Embun adalah sahabat terbaik yang diturunkan oleh Sang Pencipta.

Tak terasa waktu begitu cepat bergulir, langit di ufuk timur berwarna kemerahan, kokokan ayam bersahut-sahutan. Pertanda mentari akan datang, berganti peran dengan rembulan yang akan pulang ke peraduan. Pertanda kehangatan akan turun menyelimuti bumi, mengusir dingin yang sedari tadi menghajar kita. Sejenak kita terdiam. Hening. Hanya kokok ayam yang menggema memenuhi relung langit.

Kita sangat tahu, kedatangan mentari berarti perpisahan pula untuk kita. Meski kita menolaknya, terang memang bukan waktu untuk kita bersama. Tanpa kata kamu pergi, tak berlinang air mata lagi, karena kita sudah terbiasa melepas jemari untuk kembali nanti. Tanpa berjanji pun kita saling percaya, bahwa hari-hari akan mempertemukan kita di atas daun ini. Seperti kemarin, hari ini, dan esok yang selalu menjaga harapan kita.

Mentari tersenyum. Senyuman itu mengiringi kita yang perlahan melepas tatapan semakin jauh. Semakin lebar senyum mentari, semakin tinggi pula kamu menguap pergi. Kini, aku seorang diri saja di atas daun. Sepi. Dan aku kembali menunggu malam untuk bertemu kamu lagi. Sahabat yang tidak pernah bosan menemaniku. Embun yang selalu menyejukkan. Tidak pernah memandangku sebelah mata. Menjadikan diriku utuh dalam wujud yang sebenarnya. Aku hanya setitik debu.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *