Jika tentang cinta berkisah, tak ada warna yang lebih cerah, tak ada cerita yang lebih indah, kecuali tentang kita.

Tiba-tiba aku jatuh pada gelombang dan tergulung-gulung di dalamnya. Tiba-tiba aku buta melihat sekitar, tapi detak ini terus saja mengejar.

Bibirku malu berujar, tapi tak berhenti mengeja satu nama. Kamu yang bersinggah di hatiku dan membawa segala rasa untuk kita nikmati bersama.

Aku jatuh, berkali-kali jatuh cinta. Cintamu menjadi candu, tak cukup sekali, dan aku terus-menerus mengulangi debaran ini.

Ah, kisah kita yang selalu kubaca. Setiap hari adalah lembaran-lembaran yang bercerita. Tentang cinta, tentang kita yang jatuh cinta.

Andai saja kita ada di dalam buku. Andai saja kita menjelma aksara. Pasti aku akan menjadi aksara yang berubah-ubah. Karena aku ingin bersanding di sampingmu, mengikuti ke mana pun kamu berdiam, selalu bersama mengisi buku yang menjadi rumah kita.

Titik dan koma menjadi rambu, agar ada saatnya kita beristirahat sejenak atau berhenti. Kemudian bercerita kembali dalam kalimat baru. Kadang kita juga memakai tanda tanya untuk ragu yang memerlukan jawaban. Dan terkadang tanda seru terlontar begitu saja, untuk memastikan bahwa cinta kita baik-baik saja.

Kamu tahu? Aku lebih suka kita menjadi buku. Abadi dalam kisah, indah dalam untaian kata bersama diksi-diksi terindah. Tempat ini hangat. Memeluk kita di antara lipatan sampul buku yang selalu menyelimuti.

Aku jadi teringat di awal kita bertemu. Masuk ke dalam dunia kata yang beralur, terbata-bata memperkenalkan diri, untuk itu saja kita menghabiskan beberapa bab. Tak lama kemudian konflik datang bagai serbuan hujan memberondong bumi. Untuk menguji kekuatan kita sebagai tokoh utama, apakah akan bertahan atau menyerah saja.

Aku memilih bertahan, apa pun ending yang sudah direncanakan oleh penulis, aku berharap kita bisa bertahan. Tapi, aku baru saja tersadar. Kita hanya aksara di dalam buku.

Tak berdaya memilih cerita, karena kita yang dipilih untuk mengisahkan sebuah cerita. Kita hanya aksara, dan Sang Pencipta lah yang menuliskan kisah.

Sungguh, Khayalanku tak terkendali. Jika itu tentang cinta kita.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *