Setahun yang lalu, aku baru saja terbangun dari tidur panjang. Banyak mimpi yang terbawa dan tidak bisa dikembalikan, karena aku tidak ingin tidur lagi. Aku lebih senang di sini, dalam pelukan lengkung langit dan tersenyum semringah menapaki hari-hari.

Menyongsong mentari dengan celoteh riangnya, menghangatkan diriku yang nyaris meragu. Aku tidak bisa membedakan datangnya siang dan malam yang menjelang. Terlalu lama tertidur, pertukaran matahari dan bulan tidak tertangkap oleh netra yang terpejam. Tapi jantungku masih berdetak.

Berdetak melintasi masa yang terus berlari. Mengejarnya adalah pilihan, berhasil mengejarnya adalah anugerah. Dan aku memilih untuk mendapatkan anugerah itu. Dengan penuh keyakinan mempersiapkan perjalanan.

Tujuan menjadi awal perjalanan. Menjejaki impian bersama rintik dan terik yang memayungi, langkah-langkah ini semakin terpatri.

Impian menjelma dalam rangkaian waktu yang selalu mengikuti derap langkahku. Mengentak sukma agar tidak terbuai oleh mimpi. Karena mimpi bukan untuk dinikmati, melainkan diwujudkan menjadi nyata, yang diberi nama “Impian”.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *