Hanya gugur,
Tertiup angin dan melayang-layang sebelum menyentuh tanah.
Tapi tak pernah jatuh.

Meringis hanya di persimpangan mimik,
Menangis bukan uraian,
Tapi ada getaran yang ingin didengar.

Sejak kapan?
Aku pun tak tahu.
Mungkin sejak purnama sebulan yang lalu atau sebulannya lagi.
Aku tak pernah menghitung hari,
Hanya saja terasa begitu lama.

Hanya gugur,
Sebelum aku jatuh dan berbicara dalam napasku.
Bahwa aku jatuh cinta dan hanya jatuh cinta.
Tak pernah jatuh,
Meski cinta ini tertiup angin,
Menyentuh tanah, dan lenyap. Senyap.

Hanya gugur,
Dan tak pernah jatuh.
Jatuh cinta bukan cerita kegagalan.
Hanya kisah yang tak sampai …

 

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 12.03.2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *