Keresahanku ada di matamu. Beribu-ribu pesan terbaca di balik dua lensa itu. Sorotannya pun tidak asing lagi. Aku tahu kapan ia berbinar-binar, dan ada saatnya ia meredup.

Setiap kegelisahan yang terpantul dari bola matamu, getarannya sampai ke jantungku. Mengubah tarikan napas ini menjadi lebih berat, seperti diiris sembilu. Nyeri. Walaupun sepatah kata tidak terucap dari bibirmu, aku dapat mendengarkan kegelisahan itu. Karenanya aku masih terjaga, bersandar pada hening, menikmati gulita yang menyelimuti malam. Menemanimu yang sudah tertidur pulas.

Sayang, mataku mengajakmu berbicara …

Jangan pernah ragu berbagi denganku, untuk setiap kegelisahan dan kebahagiaanmu. Aku selalu ada untukmu, kita bisa mengurainya agar terlepas bebas tak menggantungkan beban. Dan aku pasti selalu bersamamu, melengkapi setiap kebahagiaan agar tak terlepas dari pelukan kita. Jadi jangan ragu lagi.

Kedua matamu adalah cermin untukku. Bayangan yang terlihat di sana, mampu menembus palung hati dan berdiam dengan senang hati. Aku yang tak pernah pergi, selalu bersama dalam setiap helaan napas yang kamu lepaskan.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *