Aman. Kata itu yang menari di benakku. Setiap kali aku melangkah, yang pertama kupikirkan adalah aman atau tidak? Apakah tujuanku akan memberi kenyamanan atau sebaliknya?

Anehnya, ketika aku jatuh cinta padamu pun, aku masih mempertimbangkan apakah aman atau tidak? Sungguh aneh. Katanya cinta tak mengenal logika, tapi aku masih memikirkan risiko mencintai. Sebenarnya yang kuinginkan adalah tempat ternyaman untuk berteduh.

Memang ada satu hal yang terlupa, aturan permainan. Mencintai pun ada aturannya, sebagai aku yang mencintai dan kamu yang dicintai. Rasa begitu cepat melesat, karena ia akan mengalir mencari jalannya sendiri untuk beralur. Tapi kita tetap diberi rambu-rambu untuk jatuh cinta dengan benar, dan tepat.

Andaikan cinta hanya bisa terlihat pada satu pohon, apakah aku akan berebutan berteduh di bawah pohon itu? Sementara Sang Maha Cinta sudah menggariskan jalur-jalur cinta, untuk setiap insan yang merindukan kekasih. Aah, sungguh aku merasa malu, dan tidak pantas berteduh di sana.

PicsArt_03-01-04.10.38

Karena aku tidak seharusnya menjadi pencinta yang tidak memiliki belas kasih. Tidak menempati lubuk yang telah disediakan untukku, justru mencari rasa aman di tempat yang tidak seharusnya mengajakku bersinggah. Hanya karena aku buta, hanya karena aku bodoh dan tak tahu malu.

Untuk kekasihku di mana pun kamu berada, meski netra belum menangkap bayangmu di sini, bantu aku untuk bisa berdetak lirih dalam doa-doa yang melangit. Agar debar ini bertemu, menggulung jarak dan mendekap kita dalam pelukan cinta-Nya. Aku hanya belum mengenalmu, tapi aku yakin kamu yang terbaik. Aku mencintaimu karena Allah yang menulis takdir kita untuk bersama.

Dan kamu, jangan pernah pergi ke mana pun, selain ke hatiku. Di sini singgasana kita. Kamu yang bertakhta, tiada tandingannya. Kita tidak pernah bercerita tentang cinta yang salah, karena jatuh cinta memang tidak pernah salah. Namun kita perlu belajar untuk tidak mencintai orang yang salah. Agar tidak melukai pemilik lubuk yang seharusnya bukan milik kita.

Berdiamlah di kalimat cinta yang sudah ditakdirkan-Nya. Pasti aman dan nyaman.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *