Bahkan aku pun tidak pernah tahu, jika Allah telah menentukan takdirku sebagai ODS (Orang dengan skizofrenia) sejak 12 tahun yang lalu. Aku hanya merasa hidupku mulai berubah sejak saat itu. Kebiasaan, kesenangan, pola makan dan tidur, semua tidak sama seperti biasanya. Yang kuingat, aku merasa sangat takut. Ketakutan yang tidak kumengerti, apa sebabnya?

Gangguan fungsi otak yang berakibat pada kestabilan psikis, disertai halusinasi dan delusi. Sungguh, tiba-tiba aku tidak tahu mana kenyataan dan mana yang tidak. Aku tidak bisa membedakan lagi siapa orang yang kucintai dan siapa yang menakutkan. Semua tempat menjadi tidak aman. Bahkan di dalam rumah pun aku tidak bisa tidur. Sangat takut. Itu yang kurasakan.

Seiring berjalannya waktu, berganti hari, bulan dan bertahun-tahun aku hidup bersama skizofrenia. Aku mulai mengerti bahwa sakit ini bukan musuh, melainkan sahabatku. Dengan demikian aku merasa nyaman dan mulai mengakrabinya. Mempelajari diriku sendiri dan sebab-sebab aku menjadi tidak stabil. Sehingga akhirnya aku menemukan beberapa cara untuk bisa hidup selayaknya orang hidup.

Untuk teman-teman sesama skizofrenia atau keluarga yang mendampingi, berikut ini beberapa tips untuk bersahabat dengan skizofrenia:

1. Ikhlas
Pertama yang perlu kita lakukan adalah ikhlas, bahwa apa pun yang terjadi atas diri kita sudah menjadi kehendak Sang Pencipta. Dan tidak ada takdir yang buruk, meskipun kita kepayahan ketika menjalaninya. Allah sudah mengukur kemampuan setiap hamba untuk setiap ujian-Nya. Jika kita yang terpilih, pastilah kita mampu dan kuat. Dengan kita berpikir demikian, satu sandungan besar sudah berhasil kita singkirkan. Langkah kita untuk selanjutnya pun akan terasa lebih ringan.

2. Rutin Minum Obat
Nah, kita juga perlu berikhtiar untuk sembuh. Salah satunya dengan rutin mengonsumsi obat dan berkonsultasi pada dokter. Dengan bertahap kita akan merasakan perubahan-perubahan untuk lebih baik lagi. Kalaupun belum, jangan putus asa. Skizofrenia memang menempa kita untuk menjadi orang-orang yang sabar. Jadi, terus berikhtiar sampai Allah membuktikan janji-Nya, bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya.

3. Bebaskan Diri Dari Halusinasi dan Delusi
Kita semua pasti tahu, dunia skizofrenia ini gelap dan menakutkan. Tapi, tidak semuanya kelam. Pasti ada sudut-sudut yang masih menyediakan tempat untuk kita berbahagia. Carilah tempat itu. Kita bisa memulainya dengan memikirkan apa-apa saja yang menyebabkan takut? Lalu sebisa mungkin jauhilah itu, dan beralih kepada apa-apa yang membuat kita merasa lebih nyaman. Ini memang agak sulit dan butuh waktu panjang untuk bisa memastikan apa yang membuat kita nyaman. Tapi percayalah, setelah kita menemukannya, maka kita akan mempunyai solusi untuk membebaskan diri dari rasa takut. Halusinasi dan delusi hanya menjadi cerita saja, tidak bisa mempengaruhi kita lagi.

4. Menjaga Kebersihan Diri
Tidak mau mandi sudah menjadi hal biasa untuk penderita skizofrenia, aku pun begitu. Bahkan aku merasa sangat nyaman ketika berhari-hari tidak mandi. Tapi akan lebih baik jika kita memaksa untuk teratur membersihkan diri. Karena kita hanya tidak mau, bukan tidak bisa. Karena ketidakstabilan jiwa tadi yang banyak mempengaruhi kondisi yang serba tidak enak ini. Nah, mulai sekarang dicoba ya, mandi teratur setiap hari meski itu sulit. Setelah beberapa bulan kita mencoba, insyaaAllah akan menjadi kebiasaan lama yang diperbarui lagi. Karena sebelum kita sakit, pasti kita rajin mandi kan? Ini hanya mengembalikan kebiasaan lagi dan sangat bermanfaat untuk mengembalikan semangat yang nyaris layu.

5. Temukan Hobi yang Menyenangkan
Untuk yang ini aku mencoba dengan menulis, karena sedari kecil hobiku memang menulis. Nah, kamu juga bisa mencari hobi apa yang paling menyenangkan. Sehingga ketika kamu melakukannya, dunia akan kembali memelukmu hangat. Tidak sedingin yang kita rasakan selama ini. Percaya deh, aku sudah melakukannya. Dan aku merasa kondisi kesehatan yang semakin membaik, menulis justru menjadi salah satu terapi untukku. Kamu, hobinya apa?

6. Belajar Bersosialisasi
Aku memulainya dengan kata belajar. Karena sejak aku menarik diri dari lingkungan sosial, sangat sulit untuk kembali lagi dan merasa nyaman di antara orang banyak. Aku masih harus belajar dan terus belajar bersosialisasi. Kamu pun harus belajar ya, kita pasti bisa. Bersosialisasi akan memberi dampak positif dan menumbangkan pikiran negatif kita terhadapnya. Pasti kita butuh waktu untuk bisa percaya lagi, bahwa kita diterima dan tidak terkucil.

7. Jangan Membebani Diri
Skizofrenia saja sudah berat untuk kita, jadi jangan bebankan lagi diri kita dengan pencapaian-pencapaian tertentu. Punya cita-cita harus, impian pun biar saja tetap berkelana ke mana ia suka. Tapi kita jangan memaksa diri jika tidak atau belum mampu untuk mencapainya. Yang perlu kita lakukan adalah berusaha, bukan memaksa hasilnya. Oke? Setuju yaaaa.

8. Tidak Perlu Malu
Kita tidak perlu malu sebagai ODS, karena kita bukan gila! Sekali lagi, kita tidak gila. Skizofrenia bukan penyakit yang memalukan, sehingga kita harus menyembunyikan diri dari pandangan orang-orang. Tidak perlu malu. Yang perlu kita lakukan adalah menjalani hidup saja. Tanpa malu-malu.

9. Optimis Pasti Bisa!
Untuk yang terakhir kita harus optimis. Pasti bisa! Kita terpilih sebagai ODS karena kita kuat dan ditempa untuk menjadi hebat. Percayalah …
Seberapa banyak manusia di dunia ini, kenapa kita yang terpilih? Itu karena kita memiliki daya untuk bisa bertahan di dalamnya, dan mempunyai kekuatan untuk keluar dari kesulitannya. Kita bisa, bisa, bisa!

Demikian tips sederhana dariku, semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. Aku bahagia terlahir seperti ini, aku bersyukur diberi ujian skizofrenia, karena dengan sakit ini aku bisa belajar untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi.

Setiap ujian pasti ada hikmahnya, dan Allah memberi apa yang kita butuhkan. Berbahagialah dalam setiap takdir-Nya, dengan begitu kita tidak akan pernah kehabisan cara untuk bahagia.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *