Senja. Setiap kali aku menatapnya, hanya keindahan yang tertangkap di kedua bola mataku. Selalu indah. Meski aku menikmatinya bersama rasa yang berbeda-beda. Senja selalu indah.

Pun saat aku tak lagi melihat. Aku tak pernah lupa akan keindahannya. Masih bisa merasakan setiap momen menjadi indah bersama senja. Mampu menghentikan desak isak yang memecah. Aku kembali tersenyum dalam pesona indahnya yang kuingat.

Panggilan senja. Selalu indah tak pernah terlihat usang. Meski melewati masa demi masa. Aku … Mematri dirimu bersama senja, agar yang kuingat hanya keindahan. Tidak selain itu.

Senja yang selalu kita nikmati bersama dalam lukisan alam raya. Senja yang membahasakan cinta kita menjadi lirik yang indah. Aku akan selalu mengingatnya seperti aku tak pernah melupakanmu.

Senja selalu datang untuk mengakhiri terang dan memanggil gelap. Tapi aku tak pernah merasa takut jika keindahan ini menjadi awal kegelapan. Bahkan senja tak pernah berjanji untuk menemuiku esok hari. Tapi aku tetap saja duduk menunggu, pasti senja akan datang. Sebegitu yakin dengan janji yang tak terucap, begitulah aku yakin akan cinta kita yang tak berkabar. Kamu pasti datang menemui cintamu. Aku.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *