Rasanya aneh, mengenalmu dalam kebingungan. Apakah aku sedang mencinta atau membenci? Aaah, bahkan aku pun tak tahu jawabannya.

Dan rasa ini semakin asing, ketika menatapmu tidak dalam kerinduan. Aku … Malah ingin menjauh. Sendiri. Meski aku tidak pernah ingin pergi.

Beri tahu aku, di mana kamu berdiri dalam sudut rasa? Sebagai lelaki yang mencintaiku atau membenciku? Karena aku tahu, aku tidak bisa membenci meski berulang kali kubilang benci!

Kenapa kamu datang dalam mimpi burukku? Padahal kamu lelaki yang aku cintai. Aku sedang sakit. Tapi lebih sakit, ketika menyadari kamu adalah mimpi burukku. Aku harus apa?

Aku harus apa? Beri tahu aku, aku harus apa? Aku tidak tahu …

Kamu adalah takdirku. Mencintaimu adalah jalanku. Aku tidak pernah ingin melewati jalan yang lain, kecuali takdir ini. Bangunkan aku dari mimpi buruk. Aku benar-benar tidak ingin membencimu. Tidak pernah ingin menjauh.

Bahkan aku tidak tahu, bagaimana cara melepas. Diam dalam dekapan takdir menjadi pilihanku. Selalu dalam pelukanmu.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *