Bagaimana akan aku katakan?
Untuk bercerita saja hatiku deg-degan
Indahnya jatuh cinta berpendaran
Rasa ini tak akan pernah terlupakan

Mengeja namamu lirih menjadi debaran hebat
Membayangkan dirimu selalu berkelebat
Menghiasi relung yang berdenyut
Dan setiap kali menatapmu … Aku terhanyut

Cintamu bagai hujan
Kadang deras menawan
Kadang hanya rintik-rintik membawa kabar dari awan
Bahkan terkadang mengundang halilintar bersahutan

Mencintaimu berderai air mata
Memaksaku untuk berjalan tanpa tertata
Tapi aku percaya yang kutangisi adalah cinta
Jatuh cinta tidak sakit untuk kita

Berulang kali aku mengingat rasa
Ketika pertama kita jatuh cinta
Mendengar debaran masih berkejaran mesra
Jemari kita hangat menggenggam asa

Arum dan Mura
Nama kita pun masih bercengkerama
Bergelut dalam suka dan luka
Aku tahu … Kita hanya jatuh cinta

Jatuh cinta tidak sakit
Hanya beralur merakit
Mengobati luka demi luka tak boleh menyayat
Percayalah … Aku tak akan merintih atau menjerit

Bagiku cinta adalah cinta
Selalu indah tanpa mengenal duka
Mata dan hatiku telah buta
Aku tak melihat apa pun kecuali merasakan cinta

Cinta kita yang telah dipertemukan
Mengguncang langit dengan perjanjian
Tak seharusnya menikam tajam sedu sedan
Aku dan kamu menjadi sebab cinta disatukan

 

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 15.11.2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *