Sejak tangan itu tak mampu menyentuh
Ketika aku sangat butuh untuk disentuh
Aku tak lagi rapuh
Mulai terbiasa meredam hatiku yang rusuh

Sejak suara itu tak mampu berkata
Ketika aku sangat butuh untuk disapa
Aku tak lagi hampa
Mulai terbiasa dalam diam yang menyiksa

Sejak pelukan itu memang tak ada untukku
Bukan tak ingin aku berteriak mengaku
Bahwa aku sangat takut seluruh tubuh kaku
Kenapa kamu hanya diam melihatku?

Tanpa senyuman yang selalu kutunggu
Tanpa tatapan teduh yang selalu kurindu
Hanya bergeming seolah kita adalah batu
Berdampingan tapi kukuh pada ragu

Aaah … Aku terbiasa
Sudah terbiasa terombang-ambing dalam asa
Sudah terbiasa terjatuh dalam nelangsa
Kamu telah mengajariku untuk terbiasa

Hingga tak lagi berderai air mata
Hanya menjadi detik-detik bercerita
Dalam diam yang kupaksa
Berderik dari masa ke masa

Aku terbiasa
Meski hadirmu masih saja menggoda
Untuk terbang melambungkan asa
Untuk apa? Aku tak sanggup lagi cedera

Cinta ini saja sudah cukup
Tetap mencintaimu sebagai tangkup
Kamu adalah rasa yang terungkap
Dalam perih cintaku masih berderap

 

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 08.11.2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *