Ketika perih ini datang berulang kali
Aku hanya terdiam tak pernah berlari
Menatapmu lekat-lekat hendak mencari
Di mana kamu menyimpan sekelumit nurani?

Aku tidak akan seperih ini
Jika hanya tergores sekali atau dua kali
Tapi berulang kali luka itu tergali
Bolehkah aku menangisi?

Cinta itu nyata
Menggamit untuk menyentuh luka
Sekalipun aku merintih tak berdaya
Cinta terus beralur merengkuh kita

Dan aku tidak beranjak
Bergeming dalam rasa indah bersajak
Masih menanti jemari hangat mengajak
Bertemu di relung saat kita jatuh cinta dan terperenyak!

Karena cinta kita terlihat usang
Berhiaskan luka-luka yang berulang
Hanya sayang kita yang tak pernah hilang
Terpasung dalam detak mendetik hingga ulung

Aku adalah kamu
Kita menyatu dan menjadi satu

Sebelum mencintaiku
Mau kah kamu berbuat baik?
Agar cintamu … Tidak menyelimutiku dengan luka

 

Rina’s
Bumi Cendrawasih, 06.11.2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *