Masih saja tidak mengerti cinta itu apa …

Setelah sekian tahun bersamanya, setelah pernah kehilangan dirinya, setelah … dan setelah … melalui hari-hari bersamanya.

Itu artinya, aku harus belajar lagi! Tentang Cinta.

Sekali saja cinta itu dibahasakan, aku akan bisa mengerti artinya, walau tanpa gerak dan suara. Seperti angin yang tak terlihat, tapi hadirnya mampu memberi sejuk. Cinta juga begitu, tidak pernah disadari kapan datangnya. Namun, telah memberi warna di hatiku. Membangkitkan kebahagiaan tanpa bisa aku lerai, begitu cepat  dan tidak bisa dihentikan lagi.

Kadang cinta begitu kuat dengan terjalnya rintangan. Tidak peduli sakit, aku tetap bilang kuat untuk bertahan. Tidak peduli ada yang menganggu, aku tetap memperbaiki apa yang telah dirusak. Tidak peduli telah jatuh berapa kali, aku tetap bilang cinta itu indah. Dan aku masih mencintaimu.

Tidak perlu sekolah untuk bisa jatuh cinta. Tidak perlu alasan tertentu untuk mencintai seseorang. Karena sesungguhnya cinta itu tidak perlu alasan, cinta hanya perlu hati yang memang bisa mencintai. Walaupun begitu, aku harus terus belajar untuk mencintaimu dengan benar.

Aku … duduk di sini terpekur melihat taman hatiku. Benarkah hati ini sudah jatuh cinta? Aku takut mengatakannya padamu, aku takut jika itu hanya akan membuatmu jenuh dengan ungkapan cinta yang berulang.

Namun, tahukah? Cinta itu memang selalu berulang, terus berulang, sampai kamu tidak berdaya lagi untuk lari darinya. Walau tanpa gerak dan suara, harusnya kamu mengerti bahasa cinta yang bersajak di hatiku. Sekali saja kamu membahasakannya, aku akan membalasnya dengan bertubi-tubi. Karena memang begitulah aku.

Ini hanya tentang cinta. Sejak kapan, di mana dan sampai manakah cinta ini punya cerita, aku pun tidak tahu. Aku hanya tahu, kalau aku perlu jatuh cinta tidak hanya sekali saja. Berkali-kali jatuh cinta di hati yang sama. Dan aku akan bilang kamu bukan cinta pertamaku, tapi kamu adalah orang pertama yang mengajarkan aku untuk mengerti tentang cinta.

Dan juga, kamu bukan cinta pertamaku. Karena aku selalu semakin cinta, ketika jatuh cinta lagi dan lagi. Aku tidak bisa menghitungnya sudah ke berapa kali aku jatuh cinta padamu, yang katanya aku belum mengerti cinta itu apa? Sungguh ini membingungkan.

Rina’s

4 thoughts on “Tentang Cinta”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *