Aku adalah hujan untukmu. Turun membasahi bumi tanpa kau meminta. Memperdengarkan rintik yang berirama, hendak mengajakmu menari bersama.

Aku adalah hujan untukmu. Turun berbaris tak sabar menyentuh tanah. Mengantarkan aroma petrichor yang kau suka. Nikmatilah sepuasmu … hingga kau terlelap melepas lelah.

Maafkan aku, jika kedatanganku membawa gigil. Titik air menyentuh untuk menyejukkan, tak bisa mengukur seberapa banyak yang kau butuhkan.

Maafkan aku, kadang datang bersama halilintar. Membuatmu terperenyak dan menggeletar. Ternyata hujan yang kau suka, tidak selamanya menenangkan hati.

Namun, aku mengingatnya … embusan angin yang kau damba. Sepoi-sepoi meliuk di tengah rinai, masih setia membelai. Mengenyahkan setiap keraguan, helai demi helai.

Aku mencintaimu sederas hujan tak mereda. Selalu memelukmu dalam repihan dingin. Menemuimu karena ingin.

Rina’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *