Berujar rindu tapi tak berani menatap
Berpeluh dalam keluh tetap saja berharap
Pilu teriris sembilu tak membuatku meratap
Cinta menuntunku agar tak berhenti berderap

Bahasa rindu …
Beribu aksara berkumpul memadu
Mengajakku untuk mengucapkan rindu
Tapi aku tak bisa dan lidahku tetap saja kelu

Bisakah kamu melihat rindu di mataku?
Tanpa menatap dan membuatku terpaku
Bisakah kamu dengar detak kerinduanku?
Tanpa mendekat dan membuatku membeku

Aku sedang merindu …
Berlatar senja yang menggulirkan waktu
Di bawah rinai yang selalu kutunggu
Memanggilmu untuk mengundang temu

Dan kini … kamu datang bukan untuk bertamu
Namun penuh rindu memeluk tulang rusukmu
Menguak takdirNya yang telah lama kita tunggu
Memadu kasih dalam cinta berhiaskan rindu

Dan kini tak ada lagi pilu
Tak ada lagi wajah berpeluh sendu
Lidahku pun tak mengenal kelu
Tanpa ragu mengucapkan rindu

Bahasa rindu …
Adalah aksara yang berbaris untukmu
Kuucapkan tanpa merayu
Memang kamu yang selalu kutunggu

 

Rina’s
Jayapura, 30.08.2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *